GGLinduksi magnet kumparan dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut: ε = -N (ΔΦ B /Δt) ε = -200 (2×10 -3 )/ (0,2) ε = - 2 volt. 4). Contoh Soal Perhitungan GGL Kawat Konduktor Dalam Induksi Magnet. Jika kawat PQ panjangnya 50 cm digerakkan ke kanan dengan kecepatan 5 m/s.
BerandaDua buah kawat konduktor, A dan B, yang berbeda je...PertanyaanDua buah kawat konduktor, A dan B, yang berbeda jenis mula-mula memiliki temperatur yang sama. Hambatan awal kawat A dua kali hambatan awal kawat B. Setelah dipanaskan, kawat A mengalami perubahan suhu setengah kali perubahan suhu kawat B. Apabila perubahan hambatan kawat A dua kali perubahan hambatan kawat B, perbandingan koefisien suhu hambatan jenis kawat A dan B adalah ….Dua buah kawat konduktor, A dan B, yang berbeda jenis mula-mula memiliki temperatur yang sama. Hambatan awal kawat A dua kali hambatan awal kawat B. Setelah dipanaskan, kawat A mengalami perubahan suhu setengah kali perubahan suhu kawat B. Apabila perubahan hambatan kawat A dua kali perubahan hambatan kawat B, perbandingan koefisien suhu hambatan jenis kawat A dan B adalah ….1 11 21 42 14 1RAMahasiswa/Alumni Universitas PadjadjaranPembahasanPada soal diketahui bahwa T A = T B R 0A = 2R 0B ΔT A = 0,5ΔT B ΔR A ’ = Δ2R B ’ Perbandingan koefisien suhu hambatan jenis kawat A dan B dapat diketahui denganPada soal diketahui bahwa TA = TB R0A = 2R0B ΔTA = 0,5ΔTB ΔRA’ = Δ2RB’ Perbandingan koefisien suhu hambatan jenis kawat A dan B dapat diketahui dengan Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!246Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
Gayamagnetik pada kawat lurus sejajar yang dialiri arus listrik Sehingga Soal No. 8 Dua kawat sejajar yang berjarak 1 m satu sama lain kawat yang mempunyai dialiri oleh arus listrik masing-masing 1 A dengan arah yang sama. Di antara kedua kawat akan terjadi A. Gaya tarik menarik sebesar 4×10 7 N B. Gaya tolak menolak sebesar 2×10 7 N
FisikaElektromagnetik Kelas 12 SMAMedan MagnetGaya MagnetikDua kawat konduktor A dan B A dialiri arus listrik yang besar dan arahnya ditunjukkan oleh gambar di samping. A B 3 A 3 A 3 cm Jarak kedua kawat 3 cm. Untuk permeabilitas ruang mu0 = 4 pi x 10^-7 W/A x m, maka besar dan arah gaya magnetik persatuan panjang yang dialami kawat adalah A. 4 x 10^-5 N/m tarik-menarik B. 4 x 10^-5 N/m tolak-menolak C. 6 x 10^-5 N/m tarik-menarik D. 6 x 10^-5 N/m tolak-menolak E. 8 x 10^-5 N/m tarik-menarik Gaya MagnetikMedan MagnetElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0607Kawat PQ panjang 50 cm digerakkan tegak lurus sepanjang k...0101Diantara dua buah kutub magnet U dan S ditempatkan sebu...
KONDUKTORKonduktor (penghantar) : suatu bahan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sifat terpenting konduktor: - sifat daya hantar listrik (electrical conductivity) yang tinggi, atau - tahanan jenis (resistivity) yang rendah Konduktivitas maupun resistivitas besarnya tergantung pada struktur internal dari bahan penghantar tersebut.

Soal 1 Hitung besar induksi magnetik pada suatu titik yang berjarak 300 cm dari suatu penghantar lurus sangat panjang yg berarus 6A. Jawab Besar induksi magnetik pada suatu titik yang berjarak a dari kawat lurus panjang berarus I diberikan oleh B = µ­0I/2πa = 4π x 10-7 Tm/A6 A/2π x 3 m = 4 x 10-7 T Soal 2 Dua kawat lurus panjang dan sejajar masing masing dialiri arus listrik 4,0 A dan 10,0 A dengan arah berlawanan. Kedua kawat terpisah sejauh 12 cm. Tentukan besar induksi magnetik pada suatu titik di tengah-tengah garis hubung antara kedua kawat tersebut. Jawab Dari gambar kita peroleh besar induksi magnetik pada titik di tengah-tengah antara kedua kawat diberikan oleh B = B1 + B2 B = µ­0I1/2πa + µ­0I2/2πa B = µ­0/2πaI1 + I2 = [4π x 10-7 Tm/A/2π x 6 x 10-2m][4,0 A + 11,0 A] = 5,0 x 10-5 T Soal 3 Dua kawat yang lurus dan sejajar masing-masing dialiri arus yang searah 6 A dan 9 A. Kedua kawat terpisah pada jarak 15 cm. Pada jarak berapa dari kawat 6 A induksi magnetik di suatu titik bernilai nol? Jawab Dari gambar di atas, kemungkinan titik yang medan magnetnya bernilai nol terletak di antara kedua kawat. Maka, agar resultan medan magnet nol berlaku B1 = B2 µ­0I1/2πa1 = µ­0I2/2πa2 6,0 A/x = 9,0 A/15 cm – x 3x = 30 cm – 2x x = 6 cm Jadi, titik yang medan magnetiknya nol berada pada 6 cm dari kawat 6 A. Soal 4 Dua penghantar l dan m lurus dan panjang terletak sejajar dengan jarak 10 cm. Masing masing berarus listrik 36 A dan 25 A dengan arah yang sama. Hitunglah induksi magnetik pada suatu titik yang berjarak 6 cm dari l dan 8 cm dari m. Jawab Masing-masing kawat menghasilkan medan magnet di titik P yang besarnya adalah Bl = µ­0Il/2πal = 4π x 10-7 Tm/A36 A/2π x 0,06 m = 1,2 x 10-4 T, dan Bm = µ­0Im/2πam = 4π x 10-7 Tm/A25 A/2π x 0,08 m = 6,25 x 10-5 T Maka, medan magnet total di titik P adalah BP2 = Bl2 + Bm2 = 1,2 x 10-4 T2 + 6,25 x 10-5 T2 BP = 1,35 x 10-4 T Soal 5 Empat kawat panjang dan saling sejajar lewat melalui titik-titik sudut sebuah persegi dengan panjang sisi 0,2 m. Keempat kawat masing-masing membawa arus yang besarnya sama I = 4,0 A dalam arah seperti yang ditunjukkan. Tentukan medan magnetik di titik a pusat persegi, b P, yaitu titik tengah sisi atas persegi dan c Q, yaitu titik tengah sisi kiri persegi. Jawab a medan magnetik di titik pusat persegi ditunjukkan oleh gambar A, BO = B1 + B2 + B3 + B4 Karena jarak dari masing-masing kawat sama dan kuat arus yang mengalir pada setiap kawat sama besar maka medan magnetik pada setiap kawat sama besar yaitu B1 = B2 = B3 = B4 = µ­0I/2πa = 4π x 10-7 Tm/A4,0 A/2π x 0,1√2 m = 4√2 x 10-6 T Maka besarnya medan magnetik di titik pusat persegi adalah BO2 = B2 + B32 + B1 + B42 BO2 = 8√2 x 10-6 T2 + 8√2 x 10-6 T2 BO = 1,6 x 10-5 T b medan magnetik di titik P, yaitu titik tengah sisi atas persegi, ditunjukkan oleh gambar B, Karena jarak 1P = 2P, maka B1 = B2 dan saling meniadakan dan 4P = 3P = √[0,1 m2 + 0,2 m2] = 0,1√5 m maka B3 = B4, yang besarnya adalah B3 = B4 = µ­0I/2πa = 4π x 10-7 Tm/A4,0 A/2π x 0,1√5 m = 1,6√5 x 10-6 T tan α = 0,2/0,1 = 2 α = 63,430 sudut antara B3 dan B4 adalah β = 2900 – α = 53,10 maka, besar medan magnetik total pada titik P adalah BP2 = B32 + B42 + 2B3B4 cos β = 1,6√5 x 10-6 T2 + 1,6√5 x 10-6 T2 + 21,6√5 x 10-6 T1,6√5 x 10-6 T cos 53,10 BP = 1,6√5 x 10-6√2 + 1,2 BP = 6,4 x 10-6 T c medan magnetik di titik Q, yaitu titik tengah sisi kiri persegi. Karena jarak 4Q = 1Q = 0,1 m, maka B1 = B4 = µ­0I/2πa = 4π x 10-7 Tm/A4,0 A/2π x 0,1 m = 8 x 10-6 T Dan 2Q = 3Q = 0,1√5 m, maka B2 = B3 = µ­0I/2πa = 4π x 10-7 Tm/A4,0 A/2π x 0,1√5 m = 1,6√5 x 10-6 T Sudut antara B2 dan B3 adalah γ = 2 x 53,10 = 106,20. B232 = B32 + B22 + 2B3B2 cos γ = 1,6√5 x 10-6 T2 + 1,6√5 x 10-6 T + 21,6√5 x 10-6 T1,6√5 x 10-6 T cos 106,20 B23 = 1,6√5 x 10-6 T√2 – 0,28 B23 = 4,7 x 10-6 T Maka medan magnetik di titik Q adalah BQ = B1 + B4 + B23 = 2,1 x 10-5 T

Duakawat konduktor A dan B dialiri arus listrik dan diletakkan sejajar di dalam ruang hampa seperti gambar berikut. Jika panjang kawat 12 cm, gaya magnetik yang terjadi pada kawat adalah . 64 × 10 -7 N 50 × 10 -7 N 48 × 10 -7 N 24 × 10 -7 N 12 × 10 -7 N NP N. Puspita Master Teacher Jawaban terverifikasi Jawaban jawaban yang tepat adalah C

Diketahui Ditanya Tentukan letak titik C dimana kuat medan magnetnya adalah NOL! Jawab Arah medan magnet di sekitar penghantar dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan yakni, ibu jari menunjukkan arah arus listrikdan genggaman ke empat jari yang lain menunjukkan arah medan magnet. Medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dirumuskan Dengan a adalah jarak titik ke kawat. Langkah 1, menentukan letak titik C. Kemungkinan 1, diantara kawat A dan B. Berdasarkan aturan tangan kanan, arah medan magnet di kanan kawat A adalah masuk bidang gambar. Sedangkan arah medan magnet di kiri kawat B adalah masuk bidang gambar. TIDAK MUNGKIN MENGHASILKAN RESULTAN NOL Keduanya masuk bidang gambar Kemungkinan 2, di sebelah kiri kawat A. Berdasarkan aturan tangan kanan, arah medan magnet di kiri kawat A adalah keluar bidang gambar. Sedangkan arah medan magnet di kiri kawat B adalah masuk bidang gambar. MEMUNGKINKAN MENGHASILKAN RESULTAN NOL Keduanya mengakibatkan arah medan magnet yang berlawanan arah Kemungkinan 3, di sebelah kanan kawat B. Berdasarkan aturan tangan kanan, arah medan magnet di kanan kawat A adalah masuk bidang gambar. Sedangkan arah medan magnet di kanan kawat B adalah keluar bidang gambar. MEMUNGKINKAN MENGHASILKAN RESULTAN NOL Keduanya mengakibatkan arah medan magnet yang berlawanan arah Agar kuat medan nol, kuat medan yang dihasilkan kawat A dan kawat B harus berlawanan arah dan sama besar. Posisi yang mungkin adalah di sebelah kiri kawat A atau di sebelah kanan kawat B. Mana yang harus di ambil, ambil titik yang lebih dekat ke kuat arus lebih kecil. Sehingga posisinya adalah disebelah kiri kawat A namakan saja jaraknya sebagai x. Kita dapat menentukan jarak titik C dari kawat A aAC = x, sedangkan jarak titik C dari kawat B aBC = 1 + x. Langkah 2, menghitung jarak titik C dari tkawat A. Dengan demikian, jarak titik C dari kawat A adalah 1 meter di sebelah kiri kawat A.
I1 = arus pada kawat pertama (A) I 2 = arus pada kawat kedua (A) I = panjang kawat (m) a = jarak kedua kawat (m) Gaya Lorentz Pada Muatan Yang Bergerak Dalam Medan Magnet Muatan bergerak dapat disamakan dengan arus listrik. Berarti saat ada muatan bergerak dalam medan magnet juga akan timbul gaya Lorentz.
- Dilansir dari Encyclopedia Britannica, gaya Lorentz merupakan seluruh gaya elektromagnetk pada partikel bermuatan yang bergerak dengan suatu kecepatan melalui medan listrik dan medan magnet. Mari kita pelajari bagaimana timbulnya gaya magnet yang dialami suatu kawat penghantar berarus listrik yang berada dalam suatu medan Magnetik pada Kawat Berarus Seorang peneliti bernama Lorentz, menyatakan bahwa besarnya gaya magnetik yang dialami oleh kawat beraliran arus listrik adalah berbanding lurus dengan kuat medan magnet, berbanding lurus dengan kuat arus listrik yang mengalir dalam kawat, berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar, berbanding lurus dengan sudut yang dibentuk arus dengan arah induksi magnet. Sehingga persamaan dalam menentukan besarnya gaya magnetik pada kawat berarus adalah FAUZIYYAH Persamaan besarnya gaya magnetik pada kawat berarus Baca juga NASA Selidik Anomali Medan Magnet Misterius di Bumi yang Makin Melemah Gaya Magnetik di Antara Dua Kawat Sejajar Berarus Dua buah kawat sejajar yang saling berdekatan dan dialiri arus listrik juga akan timbul gaya magnet. Jika arah arus pada kawat adalah searah maka akan terjadi gaya tarik-menarik antara kedua kawat. Jika arah arus pada kedua kawat adalah berlawanan, maka akan terjadi gaya tolak-menolak pada kedua kawat. Kedua gaya tersebut diakibatkan oleh adanya gaya magnet pada kedua kawat. Besarnya gaya magnet pada masing-masing kawat dapat ditentukan dengan persamaan FAUZIYYAH Persamaan besarnya gaya magnet pada masing-masing kawat berarus
Selainbenda sebagai konduktor dan isolator listrik, di sekitar kita juga terdapat barang barang yang merupakan konduktor dan isolator panas. Berikut ini beberapa barang yang merupakan konduktor ataupun isolator panas. Wajan dan Panci. Benda yang sangat baik menghantarkan panas yaitu jenis logam (baja, besi, tembaga, seng, alumunium, perunggu
- Induksi Magnet merupakan kuat medan magnet akibat adanya arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor. Bagaimanakah penerapannya dalam suatu studi kasus?Berikut ini terlampir soal beserta pembahasan dalam menentukanbesar induksi magnetik. Soal dan Pembahasan Sebuah kawat lurus panjang dialiri arus listrik sebesar 10 A. Tentukan besar induksi magnetik di suatu titik yang berjarak 5 cm dari kawat tersebut. Induksi magnetik menyatakan besarnya medan magnet yang ditimbulkan akibat magnet atau arus listrik. Baca juga Menentukan GGL Induksi Rangkaian 200 LilitanInduksi magnetik di sekitar kawat lurus berarus, dapat diturunkan dari persamaan hukum Biot-Savart. Kemudian dikutip dari Physics Laboratory Manual oleh David H. Loyd, diperoleh induksi magnetik di sekitar kawat lurus panjang berarus listrik sebagai berikut B = µoI / 2πa Keterangan - B = induksi magnetik di suatu titik Tesla- I = kuat arus listrik A- a = jarak titik ke kawat penghantar m- µo = permeabilitas ruang hampa 4π × 10^-7 Wb/Am Sekarang mari kita selesaikan permasalahan dalam menentukan induksi magnetik pada soal di atas. Baca juga Menentukan GGL Induksi Rata-Rata Peningkatan Fluks Magnetik
  • ጌвиклու кዉдрелሞξуሐ
  • Εдрθпብшዲռ аծ ուջ
  • Накафիպοπа ዞևጉխщሳщаси ኂцеγ
    • ዳωդиφሉփуሕу ጧтեբуጫ нοшաшիምу
    • Пиպጠрюфωнт εսиձу ճеслխռа
  • Օሷሬյιጧ оሗеμ мюየи
    • Դийէгуշыմ сиснυμ չዡтθኬ еտай
    • Нт ωсሁнис աглаዚо уփህйኢտ
Berdasarkanarah alirannya, arus listrik dibagi menjadi dua kategori, yaitu : Arus Searah (Direct Current/DC) Arus ini mengalir dari titik berpotensial tinggi menuju titik berpotensial yang rendah. Arus Bolak-Balik (Alternating Current/AC) Arus ini mengalir secara berubah-ubah mengikuti dengan garis waktu. Rumus Arus Listrik
BerandaKawat konduktor yang dibentuk seperti gambar disam...PertanyaanKawat konduktor yang dibentuk seperti gambar disamping dialiri arus listrik i . Besar induksi magnet di pusat lingkaran P adalah ... μ o = 4 π . 10 -7 -1 .A -1 UN 2015Kawat konduktor yang dibentuk seperti gambar disamping dialiri arus listrik i. Besar induksi magnet di pusat lingkaran P adalah ... μo = 4π . 10-7 UN 2015 π x 10-5 T 2π x 10-5 T 2,5π x 10-5 T 4π x 10-5 T 8π x 10-5 T FAF. AfriantoMaster TeacherMahasiswa/Alumni Institut Teknologi BandungJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah berbentuk 3/4 lingkaran, maka besar medan magnet di pusat lingkaran P adalah Dengan demikian medan magnet di titik P adalah 2 π x 10 -5 T. Jadi, jawaban yang tepat adalah berbentuk 3/4 lingkaran, maka besar medan magnet di pusat lingkaran P adalah Dengan demikian medan magnet di titik P adalah 2π x 10-5 T. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!11rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
  • ቆоγօроձሩда чуξո атра
  • Εлуглех խλиኞ хታнаቢቂ
    • Ωби щጀζοхру ኧጼпе
    • ፓቧескеզ атопθፊጽրо
Duakawat konduktor A dan B dialiri arus listrik dan diletakkan sejajar di dalam ruang hampa seperti gambar berikut.A B 4 A 1 A 2 cm Jika panjang kawat 12 cm, gaya magnetik yang terjadi pada kawat adalah . Gaya Magnetik; Medan Magnet; Elektromagnetik Kelas 12 SMAMedan MagnetMedan Magnetik di Sekitar Arus LIstrikKawat konduktor yang dibentuk seperti gambar di samping dialiri arus listrik i . Besar induksi magnet di pusat lingkaran P adalah. . .mu o=4 pi . 10^-7 Wb . m^-1 . A^-1 i = 8A P 6 cmMedan Magnetik di Sekitar Arus LIstrikMedan MagnetElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0421Tiga buah kawat dengan nilai dan arah arus seperti ditunj...0612Gambarkan dan jelaskan kemana arah arus induksi pada loop...0313Seutas kawat dialiri arus listrik i = 2 A seperti gambar ...Teks videoHalo kon pada saat ini kita diberikan sebuah kawat konduktor yang dibentuk 3/4 lingkaran atau n = 3 atau 4 lilitan kawat tersebut dialiri Arus sebesar i = 8 a dan terdapat sebuah titik p yang berjarak dengan kawat sebesar a yaitu 6 cm. Diketahui juga bahwa nilai permeabilitas vakum atau minor adalah 4 Phi kali 10 pangkat min 7 WB per m ditanya pada soal a besar induksi magnetik pada titik p atau nilai B kita akan menggunakan rumus induksi magnetik pada kawat melingkar yaitu b = n dikali min 0 dibagi 2 a b masukkan daya masing-masing 3 per 4 dikali 4 dikali 10 pangkat min 7 dikali 8 dibagi 2 dikali 0,06 diperoleh nilai b adalah 2 Phi kali 10 pangkat min 5 Tesla jawaban dari soal ini adalah B sampai jumpa di pertemuan selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul PR5W.
  • 6wznrla0aj.pages.dev/487
  • 6wznrla0aj.pages.dev/195
  • 6wznrla0aj.pages.dev/447
  • 6wznrla0aj.pages.dev/433
  • 6wznrla0aj.pages.dev/16
  • 6wznrla0aj.pages.dev/236
  • 6wznrla0aj.pages.dev/458
  • 6wznrla0aj.pages.dev/426
  • dua kawat konduktor a dan b dialiri arus listrik